Nanti, kalau kau sudah lahir dan bertumbuh, ingatkan aku. Aku tak perlu kau buat bahagia. Anakku, aku tak mau seperti kebanyakan orang tua yang ingin dibahagiakan anak. Sekali lagi, anakku. Aku tak mau itu. Kau ada saja sudah cukup membuatku bahagia. Beberapa minggu yang lalu, saat aku sama ibumu pergi ke klinik untuk menjalani USG, saat itulah aku bertemu denganmu untuk yang pertama kalinya. Anakku, aku bahagia. Melihatmu bertingkah "wagu", melompat, menjengat, menggerak-gerakkan tangan keatas, kebawah, membuatku ingin segera memelukmu. Aku sudah bahagia. Melihatmu ada, aku bahagia. Aku sungguh tak perlu kau bahagiakan. Sudah cukup bagiku dengan ke-ada-anmu. Terima kasih, anakku.
Ayah
